Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 74

Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Irab Surat AnNisa ayat 74

Ayat ini adalah perintah tegas kepada orang-orang beriman untuk berperang di jalan Allah, menyoroti perbandingan nilai antara kehidupan dunia dan akhirat, serta menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang berjuang dengan ikhlas. Ayat ini berfungsi sebagai motivasi kuat setelah menyingkap keraguan dan sifat materialistis kaum munafik di ayat-ayat sebelumnya.


🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Perintah Berperang dan Sifat Orang Beriman

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَ (Fa)

Fā' al-Faṣīḥah

Fā' yang menunjukkan kelanjutan atau akibat logis dari pembahasan sebelumnya.

لْيُقَاتِلْ (Layuqātil)

Lām al-Amr (Lām Perintah) + Fi'l Muḍāri' Majzūm

Fi'l Muḍāri' Majzūm dengan sukūn. Artinya: "hendaklah ia berperang."

فِي سَبِيلِ اللَّهِ (Fī sabīli Allāhī)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Yuqātil. Allāhī adalah Muḍāf Ilaih.

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Fā'il (Subjek) dari Yuqātil pada posisi raf'. Artinya: "orang-orang yang."

يَشْرُونَ (Yašrūna)

Fi'l Muḍāri'

Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

الْحَيَاةَ (Al-ḥayāta)

Maf'ūl bih Awwal (Objek Pertama)

Manṣūb.

الدُّنْيَا (Ad-dunyā)

Na'at (Sifat)

Manṣūb dengan fatḥah muqaddarah (tersembunyi).

بِالْآخِرَةِ (Bil-ākhirati)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yašrūna. Bā' di sini bermakna pertukaran: mereka menukar dunia dengan akhirat (membeli akhirat dengan menjual dunia).



II. Bagian Kedua: Hukum Syarat dan Janji Balasan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw Isti'nāfiyyah

Memulai kalimat syarat baru.

مَن (Man)

Ism Syarṭ Jāzim (Kata Syarat yang Menjazmkan)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'.

يُقَاتِلْ (Yuqātil)

Fi'l Muḍāri' Majzūm

Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat). Majzūm dengan sukūn. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (Dia).

فِي سَبِيلِ اللَّهِ (Fī sabīli Allāhī)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yuqātil.

فَيُقْتَلْ (Fayuqtal)

Fā' al-'Aṭf dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Di-'aṭaf-kan kepada Yuqātil. Fi'l Majhūl. Majzūm dengan sukūn. Nā'ib al-Fā'il-nya ḍamīr mustatir (Dia).

أَوْ يَغْلِبْ (Aw yaġlib)

Aw (Harf 'Aṭf - Pilihan) dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Di-'aṭaf-kan kepada Yūqātil atau Yūqtal. Majzūm dengan sukūn. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (Dia).

فَسَوْفَ (Fa sawfa)

Fā' al-Jawāb (Fā' Jawaban Syarat) dan Sawfa (Harf Tanfīs - Penanda Masa Depan)

Jawāb Syarṭ wajib diikat Fā' karena ada Sawfa.

نُؤْتِيهِ (Nu'tīhī)

Fi'l Muḍāri'

Marfū'. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (naḥnu - Kami/Allah). (ـه) adalah Maf'ūl bih Awwal.

أَجْرًا (Ajran)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb.

عَظِيمًا ('Aẓīman)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Ajran.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Lām al-Amr: فَلْيُقَاتِلْ (maka hendaklah ia berperang) adalah perintah langsung yang kuat, dan Fā'il dari Yūqātil diakhirkan, yaitu الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ (orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan akhirat).

  2. Metafora Perdagangan (Yašrūna): يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ (mereka menjual kehidupan dunia dengan akhirat/membeli akhirat dengan menjual dunia). Al-Ḥayāta adalah objek yang dijual (Maf'ūl bih), dan Bil-ākhirati adalah harga atau imbalan yang didapatkan (objek kedua secara makna, tetapi Jārr wa Majrūr).

  3. Hukum Syarat Ganda (Man Yuqātil): Ayat kedua memuat struktur Ism Syarṭ Jāzim (وَمَن) diikuti oleh beberapa Fi'l yang Majzūm: يُقَاتِلْ (syarat), فَيُقْتَلْ (di-'aṭaf-kan), أَوْ يَغْلِبْ (di-'aṭaf-kan). Hal ini mencakup semua kemungkinan hasil jihad: kematian syahid (Yuqtal) atau kemenangan (Yaġlib).

  4. Jawāb Syarṭ yang Diikat Fā' dan Janji: فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ... adalah Jawāb Syarṭ dari مَن. Jawāb ini wajib didahului oleh Fā' al-Jawāb karena adanya سَوْفَ (penanda masa depan).

  5. Kata Kerja Dua Objek (Nu'tīhī): نُؤْتِيهِ (Kami berikan padanya) memiliki dua objek: (ـه - dia) dan أَجْرًا (pahala).

Ayat ini menyimpulkan bahwa jihad adalah ujian keimanan tertinggi, membedakan antara orang yang motivasinya duniawi (munafik) dan orang yang motivasinya ukhrawi (beriman), dengan janji balasan yang tak tertandingi dari Allah.